30 Maret 2011

Ring Road Jayapura

                                                                                                                 Foto : Tripadvisor dan Bintang Papua

Kawan, ini berita dari Antara tanggal 28 Maret 2011.                                     SENTANI, Papua: Pemerintah Provinsi Papua terus membangun jalan lingkar alternatif atau ring road antara Kota Jayapura dengan Sentani, Kabupaten Jayapura.    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Jansen Monim, di Sentani hari ini mengatakan ring road mendapat alokasi APBN dan APBD 2011.    “Dengan bantuan Pemerintah Pusat diharapkan pembangunan ring road bisa selesai tepat waktu yakni pada 2012, untuk itu saya harap dukungan masyarakat dan Pemkab Jayapura untuk pembebasan lahan,” katanya.    Jansen mengakui, yang menjadi kendala besar pembangunan ring road selain masalah anggaran juga pembebasan tanah hak milik masyarakat.    Dia mengatakan untuk persoalan tanah hak ulayat, pihaknya meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Jayapura agar pembangunan dapat berjalan lancar sehingga selesai tepat waktu.    Jansen mengatakan ring road sudah dimulai pada 2010 lalu dari Hamadi, dan dua hari lalu pihaknya melakukan pembayaran ganti rugi tanah milik masyarakat Engros Tobati sebesar Rp4,3 miliar.    Dikatakan Pemprov Papua terus berupaya mengerjakan ring road mengingat jalan protokol semakin padat kendaraan, bahkan pada jam-jam tertentu poros Jayapura – Sentani mengalami kemacetan.  Jalan alternatif membentang dari Pantai Hamadi sampai di Toware, Distrik Sentani., Diperkirakan dana pembangunan fisik mencapai Rp7 triliun, belum termasuk ganti rugi.  

Ini kutipan berita dari Bintang Papua 28 September 2010.                                           JAYAPURA ; Gubernur Papua Barnabas Suebu menyatakan mega proyek pembangunan jalan ring road yang menghubungkan Jayapura dan Sentani bukan untuk suatu kemewahan, tapi untuk menyelamatkan penduduk Kota Jayapura dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, jumlah penduduk Kota Jayapura kini mencapai 300.000 jiwa. Idealnya, penduduk Kota Jayapura berjumlah 150.0000 jiwa.   “Kota Jayapura kini mengalami tekanan. Hal ini disebabkan daya dukung lingkungan tak mampu memikul lagi,” ujar Gubernur Suebu saat mengelar acara coffee morning bersama insan pers Gedung Negara, Jayapura, Sabtu (26/9) pagi. Menurut dia, Pada tahun 1900 penduduk Kota Jayapura tak sampai 20.000 jiwa. Tahun 1945 sebelum perang II penduduk kurang lebih 30.000.    Menurut dia, apabila pembangunan jalan ring road telah dirampungkan, maka Kota Jayapura mesti dihijaukan dan ditata ulang. “Tuhan telah memberikan kepada kita suatu negeri yang indah. Kalau tak diatur keindahan ini akan hilang,” tukasnya.   Alasan membangun jalan ring road Kota Jayapura yang telah dibuat master plan sejak 3 tahun lalu, katanya, jalan ring road perlu ada karena di seluruh dunia dimanapun seperti di Australia atau Malaysia antara satu kota dan kota yang lain dibangun jembatan  tegas mantan Dubes Mexico ini.

Kawan, kita bangga dengan mega proyek pembangunan ring road di Jayapura yang akan melancarkan arus transportasi Jayapura-Sentani. Namuunnn.....apakah tanaman mangrove yang sudah tumbuh dan berkembang dengan subur harus dikorbankan dalam penanaman tiang pancang?     Apakah sudah diperhitungkan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dan ekosistem di sepanjang ring road tersebut?         Kami berharap para bapak pengambil keputusan tidak hanya sibuk dengan pembebasan tanah saja, tapi juga harus siap dengan rencana pemulihan lingkungan yang rusak akibat pembangunan mega proyek ini.  

Selamat berkarya, semoga menjadi berkah buat kita semua.

(Doxem-Editor)