20 April 2011

Say No to Bom Ikan

                                                  
Foto : Suwarjono-Kendaripos

Kawan, ada berita dari Kendari Pos edisi 18 April 2011 : Kerusakan terumbu-karang di Sulawesi Tenggara sudah cukup parah.   Data di tahun 2005 kerusakannya sudah mencapai 3.178 ha.     Salah satu penyebabnya yaitu seringnya nelayan mengunakan bom untuk mendapatkan ikan dengan mudah dan kapal-kapal perusahaan ikan asing yang sering mengunakan pukat rambo untuk menangkap ikan. 

Bagaimana dengan kerusakan terumbu karang karena bom ikan di perairan Jayapura?  Lebih kurang sama saja dengan yang terjadi di Kendari.

Mungkin kita perlu introspeksi diri, apakah kita juga ikut berpartisipasi didalamnya?  

Tentu saja kita secara tidak langsung telah berpartisipasi dalam perusakan terumbu karang karena penggunaan bom ikan, yaitu jika kita membeli ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom ikan.

Jadi bagaimana kita mencegahnya ?  Mudah, Jangan beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom ikan !

Bagaimana kita bisa membedakannya dengan ikan tangkapan dengan jaring atau kail? Perhatikan ciri-ciri fisiknya :  Ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom dagingnya lebih lunak dan ada kerusakan pada insang dan matanya, kalau ditekan akan terasa tulang-tulangnya ada yang patah. Mudah kan?

Mamaeeee.... kalau tidak ada yang beli maka tidak ada yang menangkap ikan dengan bom.....

(Marcos - Doxem)

02 April 2011

Bagi-Bagi Mop (BB M) #7

                                   Berkat pahit 

Anak kecil SD tiap hari pulang sekolah makan nasi dengan sayur daun pepaya terus karena cuma itu yang bisa disiapkan oleh mamanya. 

Suatu hari dia pulang sekolah dan langsung tanya sama mamanya ”Ma hari ini kita makan dengan apa?”.    

Mamanya jawab ”Sayur biasa...”. 

Terus anaknya bilang ”Ah bosan makan dengan sayur itu terus...”.

Lalu mamanya bilang ”Anak makan sudah, karena itu berkat”. 

Langsung anaknya jawab ”Ah..... berkat apa yang tiap hari rasanya pahit terus...” 

(Marcos, Doxem)

  

  

                            Mati makan jeruk 

Ada dua orang pedagang yang satu jual jeruk dan yang satu jual koran dalam satu bis.

Mas penjual koran batariak ”koran...koran...berita hangat...” tapi tidak ada yang beli. 

Terus mas penjual jeruk batariak ”Jeruk..jeruk..makan jeruk bikin cerdas otak...” ternyata banyak yang beli jeruk. 

Dengan kesal penjual koran batariak lagi ”Koran...koran... berita hangat...lima orang mati gara-gara makan jeruk di dalam bis...” 

Itu baru orang-orang yang beli jeruk buang jeruk-jeruknya semua... 

(Marcos, Doxem)