14 Februari 2010

Seputar Hari Valentine

                      

Di berbagai belahan dunia, orang beramai-ramai mengamini bahwa tanggal 14 Februari adalah hari Velentine. Di Indonesia pun, para warganya turut menyambut gembira datangnya hari kasih sayang ini, meskipun sebenarnya mereka tak tahu pasti mengapa harus ikut merayakan hari tersebut.     Bukankah untuk menunjukkan rasa sayang kita terhadap teman, kekasih ataupun keluarga kita tak perlu menunggu datangnya tanggal 14 februari, kita bisa menunjukkannya setiap hari. Kita juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membeli coklat, bunga dan pernak-pernik lainnya untuk menunjukkan rasa sayang kita, cukup dengan perhatian yang tulus.   Terlepas dari itu semua, marilah kita kupas secara detail keistimewaan hari Valentine yang kedatangannya selalu membuat dunia menjadi serba merah muda.         Asal mula hari Valentine tercipta pada jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’                       

Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.  Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.   Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.                                            

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi.  Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu.  Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk seorang gadis sebagai ucapan atas dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”                                                                                                                             

Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

Silahkan dimaknai.......

(Dikutip dari berbagai sumber)

(Doxem-Editor)

04 Februari 2010

Valentine Day


Meskipun tradisi ini bukan asli dari Indonesia namun sudah menjadi kebiasaan bagi muda-mudi untuk merayakannya, begitu juga di Jayapura hari valentine sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi kawula muda disini.

Tanggal 14 Februari diperingati di seluruh dunia sebagai hari kasih sayang, konon kebiasaan ini dimulai dari kebiasaan St.Valentine mengirimkan kartu-kartu ucapan yang berisi kata-kata penuh kasih kepada penduduk sekitarnya meskipun beliau berada di penjara.

Mengapa hanya muda-mudi saja yang memperingatinya, padahal kasih tidak terkotak-kotak berdasarkan usia atau asal-usul atau keyakinan seseorang? Mungkin kita perlu merenung sejenak untuk memaknai spirit St.Valentine berupa kata "kasih"......  Terminologi ini jelas berbeda dengan kata "kekasih" yang berarti pasangan lelaki-perempuan yang saling mencintai, tetapi kata "kasih" bermakna lebih mendalam lagi, dan merupakan sumber terbentuknya peradaban manusia hingga kini.  Kebalikan dari terminologi ini adalah "egois, sadis, sinis, kasar, licik, rakus, dlsb" yang konotasinya menunjukkan sifat buruk manusia. 

Kesimpulannya spirit St.Valentine adalah menumbuhkan sifat baik manusia yang dirangkum dalam suatu kata sederhana..."kasih".... yang akan menimbulkan kedamaian di dunia ini.

Sudahkah kita memelihara "kasih" di hati kita? 

(Doxem Editor)