29 Agustus 2011


Lebaran Sebentar Lagi

Kawan, Idul Fitri 1432 H sudah menjelang, dan seperti lazimnya pada setiap lebaran selalu ada menu ketupat yang menjadi kuliner khas di seluruh Indonesia.... Nah ini dia tips untuk membuat ketupat lebaran gurih dan kenyal juga awet tanpa bahan pengawet.    (Terima kasih untuk Nana atas tips kuliner yang sangat berharga ini)

Tips Membuat Ketupat Gurih dan Kenyal

1.       Cangkang Ketupat.     Pilih daun kelapa yang berwarna kuning muda kehijauan atau yang tampak segar agar ketupat lebih bersih dan putih.

2.       Gurih & Kenyal.     Tambahkan sedikit air kapur sirih pada beras yang sudah dicuci sebelum dimasukkan ke dalam kulit ketupat.    Air kapur sirih juga bisa membuat ketupat lebih awet atau tak cepat basi.    Agar rasanya lebih gurih, bisa tambahkan sedikit garam pada beras.

3.       Air Rebusan.    Bila air rebusan ketupat mulai berkurang, tambahkan air panas. Tujuannya agar ketupat tetap bersih dan tidak terkesan kotor.

4.       Tak Basi.     Bila berlebih, masukkan sisa ketupat ke dalam lemari es agar tak cepat basi.   Saat akan dihidangkan lagi, keluarkan dan biarkan beberapa lama sampai dinginnya berkurang. Lalu, rebus di dalam air mendidih sekitar 30 menit dan tiriskan.

Rasanya, tentu saja masih tetap kenyal dan legit.     Selamat mencoba!

Selamat Idul Fitri 1432 H.  

Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas segala kehilafan

(Doxem Editor)

Sumber dan Gambar : Nana (n4nachiby@wordpress.com)


17 Agustus 2011

Panjat Pinang

Kawan, ternyata acara panjat pinang yang selalu meramaikan peringatan ulang tahun kemerdekaan negara kita ini mengandung filosofi yang mendalam lho....Kata orang yang mengerti sejarahnya, panjat pinang ini berasal dari perkampungan di Ternate yang berkembang ke daerah-daerah di Papua dan pulau-pulau lain di Indonesia. Acara ini merupakan gabungan dari olah raga massal, kegotongroyongan, kegigihan dalam mengatasi masalah, sportifitas, toleransi dan kebersamaan dalam menikmati sukses.  

Disebut olah raga massal karena memang membutuhkan fisik yang kuat dari pesertanya yang berjumlah banyak (kalau nggak kuat, yang badannya paling kecil gak bakalan nyampe ke puncak karena "pondasi"nya roboh).

Mengandung kegotongroyongan karena kalau dikerjakan sendiri gak bakalan bisa manjat batang pinang yang licin (karena dioles minyak pelumas sama panitianya),  jadi harus saling mendukung. 

Kegigihan sangat diperlukan lho dalam acara ini, karena kalau mentalnya memble, mungkin setelah mengalami satu atau dua kali merosot sebelum sampai puncak langsung menyerah dan meninggalkan gelanggang (malu sama penonton ahh..)

Ada unsur sportifitasnya, karena ada reward yang akan didapat oleh semua peserta jika berhasil sampai ke puncak, dan semua tiang pohon pinang dalam lokasi pertandingan memiliki tinggi yang sama, jumlah peserta yang sama dan aturan yang sama.

Ternyata perlu toleransi juga lho dalam acara ini, bayangkan saja yang dibawah diinjak (kadang-kadang kepalanya) sama yang diatasnya, dan yang sudah sampai puncak juga harus bertoleransi sama kawan-kawannya yang di bawah, gak boleh menikmati hadiahnya sendirian.

Naaah.... ini yang paling enak dalam acara panjat pinang... yaitu saat semua hadiah yang berhasil diturunkan dinikmati bersama-sama... Biasanya kalau hadiahnya barang-barang yang gak bisa dibagi (seringnya berupa baju, peralatan elektronik, sepeda, dll) maka semuanya dijual dulu baru uangnya dibagi rata....

Hebat ya bangsa kita dalam menumbuhkan sifat-sifat positif masyarakatnya, mungkin kalau yang jadinya negatif orangnya gak kenal filosofi panjat pinang yang sebenarnya.

(Doxem-Editor)

Gambar : KasKus