19 Agustus 2008

Selamat Ulang Tahun Negeriku Tercinta


"Untukmu Ibu Pertiwi"

Ibu, enam puluh tiga tahun sudah sejak putera puterimu mengumandangkan proklamasi kemerdekaan, bertekad bersatu padu mendirikan negeri ini.
Saat itu semua bersuka cita dan penuh harap akan lahir putera-puteri terbaikmu yang dengan segenap jiwa raganya membawa negeri tercinta ini menuju kejayaan dan kemakmuran yang berkeadilan sosial
Saat itu semua mengangankan putera-puterimu dapat menjadikan negeri subur makmur ini bermartabat dan disegani negeri lain di pergaulan dunia.

Sekarang terkadang aku melihat air mata keharuan menetes dari pelupuk matamu ketika diantara putera-puterimu berhasil menorehkan prestasi terbaiknya di berbagai bidang keahliannya.
Sekarang terkadang aku melihat senyum banggamu mengembang saat diantara putera-puterimu dengan gagah berani membela kehormatanmu mengatasi berbagai ancaman yang muncul dari segala arah.
Sekarang terkadang aku melihat belaian lembutmu atas putera-puterimu yang dengan penuh dedikasi memperbaiki kualitas diri dan lingkungannya dengan berbagai keahlian yang dimiliki.

Namun Ibu, aku lebih sering melihatmu menangis tersedu saat putera-puterimu carut marut dengan berbagai penyakit sosial yang melanda negeri ini, dan diantara putera-puterimu merebak sifat kering rohani yang tanpa nurani menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Aku sering melihatmu menangis tersedu saat mengetahui diantara putera-puterimu melakukan perbuatan tidak amanah dengan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikanmu untuk mengelola kekayaan negeri ini.
Aku sering melihatmu menangis tersedu saat mengetahui diantara putera-puterimu memanjakan dirinya dengan kenikmatan semu yang diberikan setan narkoba, pornografi, pornoaksi, seks bebas, dan berbagai perbuatan hina lainnya.
Dan Ibu, aku sering melihatmu merintih sedih saat mengetahui diantara putera-puterimu masih ada yang berhasrat untuk memisahkan diri dari pangkuanmu karena merasa putera-puterimu yang lain tidak memperhatikan aspirasi dan kesejahteraan mereka.

Ibu, aku turut merasakan kesedihanmu saat kau membayangkan kehancuran negeri ini kelak di saat putera-puterimu kehilangan kepribadian luhurnya.

Ibu, apa yang dapat aku persembahkan padamu agar terhapus air mata duka di wajahmu..?
Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku…….

Sembah sujudku untukmu Ibu Pertiwi.
Selamat ulang tahun negeriku tercinta…….

(Doxem - Editor)

1 komentar:

  1. Puitis dan menyentuh... two tumbs up untuk kak Nungky

    BalasHapus