Sabu-sabu Biak
Mace Biak ini baru satu kali ke Jakarta.
Pada saat petugas periksa barang-barang ternyata dalam tas mace ada isi pinang, sirih dan kapur. Tapi kapur itu mace isi dalam plastik-plastik obat, jadi petugas dorang tahan mace punya tas karena dorang pikir sabu-sabu.
Mace sudah jelaskan bahwa itu kapur tapi mereka tidak percaya, baru mereka ambil dengan ujung jari dan rasa, ternyata kapur itu panas dan bakar tenggorokan, akhirnya dorang batuk-batuk.
Langsung mace bilang ”Trada mo main terus dengan sabu-sabu dari Biak....huh”
Hahaha..
(Sofice Wakris, Doxem)
Sudah lewat
Pace Sentani baru pulang dari Jakarta langsung cerita sama macenya,
”Di Jakarta perempuan-perempuan kayak malaikat-malaikat cantiknya, baru kalau torang pegang-pegang dorang tidak marah malah dorang balik pegang-pegang torang, aduh enak sekali bikin saya mau balik lagi ke Jakarta”.
Mace langsung ganas tapi dengan tenang dia bilang ”Pa tau kepala desa yang tinggal di sebelah kampung sana itu?”.
Pace bilang ”Iya kenapa, ada hubungan apa dia dengan ma?”.
Langsung mace jawab santai “Ah trada mo, sudah lewat”.
Pace ganas dan bongkar rumah......
(Sofice Wakris, Doxem)
Bagus, mob papua sering dilontarkan saat ngobrol jarang lho yang menuliskannya.
BalasHapusTerima kasih.
BalasHapusDengan senang hati kalau ada karya tulisan akan saya terima. Namun perlu diketahui bahwa tulisan tersebut akan diedit terlebih dulu.
Kami tunggu, silahkan ke doksembilan@gmail.com