Foto : Suwarjono-Kendaripos
Kawan, ada berita dari Kendari Pos edisi 18 April 2011 : Kerusakan terumbu-karang di Sulawesi Tenggara sudah cukup parah. Data di tahun 2005 kerusakannya sudah mencapai 3.178 ha. Salah satu penyebabnya yaitu seringnya nelayan mengunakan bom untuk mendapatkan ikan dengan mudah dan kapal-kapal perusahaan ikan asing yang sering mengunakan pukat rambo untuk menangkap ikan.
Bagaimana dengan kerusakan terumbu karang karena bom ikan di perairan Jayapura? Lebih kurang sama saja dengan yang terjadi di Kendari.
Mungkin kita perlu introspeksi diri, apakah kita juga ikut berpartisipasi didalamnya?
Tentu saja kita secara tidak langsung telah berpartisipasi dalam perusakan terumbu karang karena penggunaan bom ikan, yaitu jika kita membeli ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom ikan.
Jadi bagaimana kita mencegahnya ? Mudah, Jangan beli ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom ikan !
Bagaimana kita bisa membedakannya dengan ikan tangkapan dengan jaring atau kail? Perhatikan ciri-ciri fisiknya : Ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom dagingnya lebih lunak dan ada kerusakan pada insang dan matanya, kalau ditekan akan terasa tulang-tulangnya ada yang patah. Mudah kan?
Mamaeeee.... kalau tidak ada yang beli maka tidak ada yang menangkap ikan dengan bom.....
(Marcos - Doxem)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar